DIBUKA PROGRAM FOKUS UN & PROG. SUPER INTENSIF SBMPTN 2015, JAMINAN LULUS UN & MASUK PTN (UANG KEMBALI 100% JIKA TIDAK MASUK PTN), KINI BIMBEL FLC HADIR DI Jl. RAYA KEMLAGI & Jl. RAYA DAWAR (DEPAN SMAN 1 DAWAR)

Kamis, 04 Oktober 2012

It Is All About Choice



Sebuah perjalanan kehidupan mungkin dan bisa jadi berbeda - beda antara satu individu dengan individu yang lain. Setiap individu mempunyai pengalaman hidup yang berbeda - beda, mulai sejak lahir, berkembang menjadi dewasa, dan menjadi tua. Perbedaan ini mungkin disebabkan oleh konsumsi fisik dan mental dari setiap individu berbeda dan pilihan setiap individu untuk bereaksi terhadap rangsangan atau apa yang sedang seseorang hadapi juga berbeda - beda.

Bagaimana untuk menjalani hidup ini adalah sebuah pilihan. Kita pilih baju apa yang akan dipakai, kita pilih odol apa yang dipakai, kita pilih mobil apa yang akan kita tunggangi. Setiap tindakan yang kita ambil, itu semua adalah pilihan yang kita ambil, itu adalah sebuah KEPUTUSAN. Lingkungan mungkin bisa merupakan faktor yang memberikan pengaruh dalam pengambilan keputusan. Lingkungan yang saya maksud disini adalah orang tua, teman kita, rekan kerja kita, pemimpin kita, istri kita, anak kita, media komunikasi lainnya, dan saya lagi yang tidak kalah pentingnya, lingkungan internal - konsepsi yang kita bentuk dalam melihat dunia, diri kita sendiri.

Sehingga ketika seseorang sudah bisa mengambil keputusan sendiri atau sudah bisa mengambil dan mengikuti kehendak bebas yang timbul dari dalam bathinnya, maka seseorang bisa saja melakukan yang terbaik dan mungkin saja bisa melakukan yang terburuk. Sebelum melangkah lebih jauh, saya perlu menegaskan bahwa tulisan ini tidak ditujukan untuk menyindir, memberi label kepada seseorang atau satu golongan, karena saya yakin setiap orang bertanggung jawab atas dirinya. Hidup di zaman yang serba canggih dan serba modern ini, mungkin kita akan ditertawakan karena bercuap tentang moral..." Hari Gini.....?????. Hari gini bicara etika ???? Kalau kita bawa mobil, lalu tidak sengaja mengangkangi garis pembatas, mungkin ada yang akan menghampiri dan menyapa kita. Lalu siapa yang akan menghampiri dan menyapa kita, apabila kita mengangkangi moral ?

Dari sudut pandang akedemis, pastilah kita akan menemukan banyak sudut pandang dan perbedaan antara moral dan etika. Saya tidak akan membahas istlah moral atau etika secara teoritikal atau akademis, tapi saya ingin menyorot lebih ke praktikalnya. Mungkin ada yang berpandangan bahwa hidup ini susah, cari kerjaan susah, dunia usaha lagi susah, pernahkah kita bertanya kenapa hidup ini susah, apa penyebab fenomena dalam kehidupan kita ? Kita bisa saja menyalahkan orang lain terhadap kesusahan yang terjadi atau menimpa kehidupan kita. Ketika kesuksesan datang menyapa, kita jadi lupa daratan, ketika kesusahan menimpa diri kita, kita mulai mencari alasan dan kambing hitam untuk dipermasalahkan.

Adalah wajar untuk seseorang mempunyai harapan - harapan dan impian - impian yang ingin dicapai dalam hidup ini. Kita mulai berpikir cara - cara yang efektif dan efisien untuk mencapai tujuan kita. Seribu satu strategi kita terapkan untuk memiliki apa yang kita harapkan. Maka mulailah kita berusaha, apakah kita menjadi karyawan atau menjadi pengusaha, kita adalah berada ditahap berusaha, we are doing something to achieve something. Namun yang namanya kehidupan manusia itu pastilah dipenuhi hitam dan putih. Keberhasilan seseorang sering sekali diukur hanya dari segi materi, maka beberapa individu mungkin karena gelap mata menghalalkan segala cara untuk achieve apa yang diimpikan. Sehingga etika - etika bisnis juga mulai dilupakan sebagiain orang. Seberapa persenkah orang - orang yang menghalalkan segala cara dan melupakan etika untuk mencapai tujuannya ?

Mari kita lihat salah satu faktor pendukung kesuksesan seseorang adalah sikap, sebagaimana market mengatakanAttitude is Everything. Didalam sikap inilah etika - etika berperan, etika berbisnis, etika bergaul, etika berbicara, etika berpikir, etika berprilaku, tanpa pandang bulu apakah kita berstatus sebagai karyawan, boss, pemimpin, guru, murid, anak, orang tua, dsb. Karena setiap orang itu bisa melebihi satu peran. Banyak contoh - contoh yang dapat kita lihat di masyarakat dengan prilaku yang mengangkangi etika atau moral.

Perlu pemikiran yang bersih untuk mengerti pendapat saya, dan sekali lagi saya tegaskan disini bahwa saya juga bukan orang suci. Katakanlah saya mempunyai teman - temen dalam kehidupan saya, pasti donk, karena ingin cepat berhasil, maka saya menggunakan strategi aji mumpung, mumpung ada kesempatan saya sikat tidak perduli itu teman sendiri apalagi bukan teman. Seiring berjalannya waktu, pola prilaku saya yang tidak wajar tentu saja akan tercium oleh teman - teman, disinilah fenomena kehidupan terjadi. Ada teman yang mendukung saya, ada teman yang tidak setuju dengan apa yang saya lakukan, ada teman yang menjauhi saya, saya yakin hal ini terjadi di masyarakat.

Di lain kesempatan, saya mungkin akan menjadi pilihan terakhir untuk dijadikan rekan dalam bisnis atau mungkin tidak masuk dalam pilihan sama sekali. Mungkin kita sering mendengar ungkapan -Jadi teman boleh, jadi rekan bisnis hati - hati. Sebisa mungkin kita tidak memberikan label pada diri orang lain, namun pola prilaku itu akan muncul dengan sendirinya. Maka jadilah saya sebagai orang yang susah dalam mendapatkan kesempatan dari teman - teman saya. Ada dua point yang bisa saya lakukan, menyalahkan teman - teman karena tidak percaya kepada saya dan pasang cermin diri untuk memperbaiki sikap saya ? 

Sekali lagi ini adalah sebuah keputusan. Semakin banyak etika - etika yang kita langgar, kita kangkangi, semakin terkristallah energi negatif dalam diri kita. Hal inilah yang dapat menghambat jalan kesuksesan kita. Berusahalah untuk bertekad mengikis pola - pola negatif yang ada sehingga kita menjadi permata yang indah. Bukankah ini sebuah cara kita untuk menarik perhatian orang lain ? Your decision ?
Salam sukses untuk Anda. 
Penulis : Johny Sia

0 Comment:

Posting Komentar

Sedikit komentar anda, sangat berarti bagi saya