DIBUKA PROGRAM FOKUS UN & PROG. SUPER INTENSIF SBMPTN 2015, JAMINAN LULUS UN & MASUK PTN (UANG KEMBALI 100% JIKA TIDAK MASUK PTN), KINI BIMBEL FLC HADIR DI Jl. RAYA KEMLAGI & Jl. RAYA DAWAR (DEPAN SMAN 1 DAWAR)

3 Prinsip Utama Memasarkan Bisnis ke Social Media

Salah satu pilihan media promosi yang terbaik saat ini adalah social media. Sebut saja Facebook, Twitter . . .

5 Trik membangkitkan kepercayaan diri

Terkadang kita tidak memiliki keyakinan kepada diri sendiri sehingga membuat kita melewatkan berbagai kesempatan . . .

Menjadi berbeda

Menjadi berbeda untuk kebanyakan orang adalah hal yang sangat sulit. Berbeda itu seperti . . .

7 Cara Sederhana Memotivasi Diri Sendiri

Seringkali kita dihadapkan pada rasa tidak percaya diri yang membuat kita . . .

Pembelajaran yang Menyenangkan..???

Menciptakan awal yang berkesan adalah penting karena . . .

Kamis, 03 Januari 2013

SNMPTN 2013 Siap Saring 150.000 Lulusan SMA


JAKARTA, KOMPAS.com  Sebanyak 150.000 lulusan SMA/SMK/MA yang ada di seluruh Indonesia berkesempatan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri melalui sistem Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013.

Ketua Umum Panitia Pelaksana SNMPTN 2013, Akhmaloka, mengatakan bahwa SNMPTN yang diikuti oleh 61 perguruan tinggi negeri seluruh Indonesia ini memiliki daya tampung sebesar 60 persen. Sementara sisanya akan diakomodasi melalui ujian tulis yang dilakukan secara bersama oleh perguruan tinggi negeri dan ujian mandiri.

"Daya tampungnya 150.000 dari keseluruhan, tapi itu bisa saja ditambah. Sisanya sekitar 30 persen itu dari seleksi bersama dan 10 hingga 20 persen dari ujian mandiri," kata Akhmaloka, saat Peluncuran SNMPTN 2013 di Gedung A Kemendikbud, Jakarta, Senin (10/12/2012).

Jika dibandingkan dengan data pada tahun lalu, daya tampung pada SNMPTN kali ini sedikit menurun. Pada tahun 2012, sekitar 171.634 orang berhasil lolos ujian ini baik melalui jalur undangan maupun ujian tulis. Namun, pria yang masih menjabat sebagai rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mengatakan bahwa masih ada kemungkinan penambahan kuota dari daya tampung yang ditentukan.

"Itu masih pagu utama. Jadi, mungkin saja ditambah sesuai dengan aturan yang ada," ujar Akhmaloka.

Untuk jadwal SNMPTN 2013 sendiri, panitia pelaksanaan akan mulai membuka pendaftaran pada awal Februari tahun depan. Namun, untuk pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) sudah dapat dilakukan mulai pekan depan oleh masing-masing sekolah.

"Jadi, sekolah wajib mengisi PDSS ini. Untuk lebih lanjut, kami akan sosialisasi nanti ke sekolah-sekolah yang ada di daerah kami masing-masing," tandasnya.
Editor :
Caroline Damanik

SNMPTN 2013 Hanya untuk Jalur Undangan


JAKARTA, KOMPAS.com — Mulai tahun 2013, Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri yang akan diikuti 61 perguruan tinggi negeri tidak akan membuka jalur ujian tulis, tetapi hanya jalur undangan. Daya tampung untuk SNMPTN 2013 sekitar 150.000 kursi atau 50 persen dari jumlah total kursi bagi mahasiswa baru yang mencapai 300.000 kursi.

Jalur ujian tulis tetap ada, tetapi namanya bukan SNMPTN, melainkan Seleksi Mandiri Bersama yang akan diselenggarakan oleh Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri. Alokasi daya tampung untuk Seleksi Mandiri ini adalah 30 persen. Adapun 20 persen calon mahasiswa baru lainnya akan diperoleh melalui Jalur Mandiri yang diselenggarakan masing-masing PTN.

Ketua Umum Panitia Pelaksana SNMPTN 2013 Akhmaloka mengatakan hal itu seusai peluncuran SNMPTN 2013 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Senin (10/12/2012) malam, di Jakarta.

Siswa yang berhak mengikuti SNMPTN adalah siswa yang memiliki rekam jejak prestasi akademik di pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS). Jadi, kepala sekolah harus mengirim data sekolah dan siswa ke PDSS. Setelah ada verifikasi data, kepala sekolah mendapat password untuk setiap siswa.

Sekretaris Umum SNMPTN 2013 Rokhmat Wahab menambahkan, Seleksi Mandiri Bersama atau ujian tulis dan Jalur Mandiri PTN tetap dibuka untuk memberikan kesempatan kepada lulusan PTN tahun 2011 dan 2012. Selain itu, juga memberikan kesempatan kepada siswa yang memiliki prestasi di bidang nonakademik, seperti olahraga dan seni, atau melalui kerja sama daerah.

Nuh menambahkan, pemerintah membebaskan biaya pendaftaran karena selama ini biaya itu menjadi hambatan bagi sebagian siswa untuk mendaftar. Alokasi anggaran ini diperoleh dari APBN.

Tidak ada kuota

Akhmaloka menambahkan, tahun depan akreditasi sekolah tidak menentukan jumlah siswa yang boleh mendaftar SNMPTN. Hasil ujian nasional juga digunakan sebagai evaluasi akhir terhadap kelulusan untuk semua jalur seleksi.

”Semua siswa dari sekolah apa pun boleh mendaftar karena tidak akan ada kuota berdasarkan akreditasi sekolah. Kami memperkirakan akan ada 1,5 juta pendaftar untuk SNMPTN ini,” kata Akhmaloka.

Pada tahun lalu jumlah pendaftar jalur undangan mencapai 236.811 orang dan 53.401 orang yang diterima. Adapun untuk jalur ujian tulis jumlah pendaftarnya 618.812 orang dan yang diterima 118.233 orang. Daya tampung tahun lalu mencapai 171.634 orang.

Jadwal pendaftaran SNMPTN 2013 dimulai 1 Februari-8 Maret 2013 dan seleksi 9 Maret hingga 27 Mei 2013. (LUK)
Sumber :
Kompas Cetak
Editor :
Caroline Damanik

Ini Syarat untuk Ikuti SNMPTN 2013!


JAKARTA, KOMPAS.com — Rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggunakan hasil ujian nasional (UN) sebagai salah satu instrumen persyaratan untuk masuk jenjang pendidikan tinggi akan segera diwujudkan dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 mendatang. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan bahwa SNMPTN 2013 nanti hanya akan didasarkan pada nilai rapor, prestasi lain, serta hasil UN. Namun, kali ini, sekolah dengan akreditasi apa pun bebas mendaftarkan siswanya tanpa ada pembatasan kuota.

"Jadi,
 murni dari hasil UN dan nilai rapor serta prestasi lain siswa tersebut untuk SNMPTN 2013 nanti. Kuotanya disediakan 60 persen untuk seluruh Indonesia," kata Nuh di Gedung A Kemdikbud, Jakarta, Selasa (11/12/2012).

Adapun syarat peserta SNMPTN 2013 mendatang adalah siswa SMA/SMK/MA yang mengikuti UN tahun ajaran 2013/2014 dan memiliki prestasi akademik di sekolah pada tiap semester. Siswa harus mengantongi rekomendasi dari kepala sekolah dan harus memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) serta terdaftar pada Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

"Untuk PDSS ini, kepala sekolah yang akan mengisi. Nanti NISN dan password siswa akan dibagikan oleh sekolah untuk melakukan verifikasi," ujar Nuh.

Pengisian PDSS akan dimulai pekan depan, yaitu tanggal 17 Desember-8 Februari mendatang. Selanjutnya, peserta dapat memulai proses pendaftaran dengan memasukkan NISN dan password yang diterima dari sekolah. Jika telah selesai mendaftar, peserta dapat mencetak kartu bukti pendaftaran sebagai tanda bukti peserta SNMPTN 2013.

Untuk pilihan PTN, tiap peserta dapat memilih paling banyak dua opsi PTN yang diminati. Jika memilih satu PTN saja, maka peserta bebas memilih PTN mana saja. Namun jika memilih dua PTN, maka salah satu PTN harus berada di provinsi yang sama dengan sekolah asal atau provinsi terdekat.

Sementara itu, untuk program studi, peserta dapat memilih paling banyak dua program studi yang diminati pada masing-masing PTN. Nantinya, pelamar akan diseleksi berdasarkan pilihan pertamanya dan apabila tidak terpilih, dilanjutkan pada pilihan keduanya. Jika tertarik untuk mengikuti SNMPTN 2013, anak didik dapat langsung memperoleh informasi lengkap melalui 
laman resmi SNMPTN ini.

Pendaftarannya sendiri dibuka pada 1 Februari-8 Maret dan dilanjutkan dengan proses seleksi pada 9 Maret-27 Mei. Hasil seleksi akan diumumkan pada 28 Mei 2013 nanti.
Editor :
Caroline Damanik

Standar Kelulusan UN 2013 SMA/SMK Dinaikkan


Jakarta, Kompas - Standar kelulusan ujian nasional SMA/ SMK dan MA pada 2013 akan dinaikkan. Ada dua alternatif menaikkan standar kelulusan yang saat ini tengah dibahas, yakni menaikkan nilai rata-rata dari 5,5 menjadi 6 atau tetap 5,5, tetapi tingkat kesulitan soal dinaikkan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Kamis (11/10), di Jakarta, mengatakan, rencana menaikkan standar kelulusan ini belum final. ”Masih dibahas bersama Badan Standar Nasional Pendidikan,” ujarnya.

Tahun ini, proporsi tingkat kesulitan soal adalah 10 persen mudah, 80 persen sedang, dan 10 persen sukar. Formulasi tahun depan kemungkinan menjadi 10 persen soal mudah, 70 persen sedang, dan 20 persen sukar. Untuk variasi soal, kata Nuh, pada pelaksanaan ujian nasional (UN) tahun ini ada lima macam variasi soal bagi 20 siswa di dalam satu kelas. Namun, mulai tahun depan, akan ada 20 variasi soal sehingga tidak ada satu pun siswa di dalam ruang kelas yang mendapat naskah soal sama. ”Siswa menjadi lebih konsentrasi mengerjakan soal karena tidak akan menengok ke kiri dan kanan,” ujarnya.

Bank soal

Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Moehammad Aman Wirakartakusumah menambahkan, 20 variasi soal itu merupakan langkah preventif mencegah siswa mencontek. Sebanyak 20 variasi soal itu akan diambil dari bank soal yang sedang disiapkan. ”Bentuk soal pilihan ganda itu sulit,” ujarnya.

Seiring dengan pembuatan soal, BSNP juga akan memperbaiki pengawasan, terutama pada distribusi naskah soal dari daerah ke lokasi ujian. ”Dalam perjalanan dari dinas ke satuan unit pendidikan itu dimungkinkan terjadi celah-celah yang melenceng dari prosedur,” ujarnya.
Dalam tahap persiapan UN, lanjut Aman, pihaknya tengah menyiapkan kisi-kisi soal UN yang akan selesai pada November 2012 dan akan diberikan kepada guru serta kepala sekolah. Kisi-kisi soal UN itu tidak akan jauh berbeda dengan tahun lalu karena merupakan pengembangan dari standar isi. ”Sekolah seharusnya tidak perlu khawatir lagi karena sudah ada kisi-kisi soal itu,”paparnya.


Data peserta UN SMA/MA/SMK tahun 2013 belum terkumpul. Sebagai gambaran, peserta UN tahun 2012 mencapai 1.524.704 siswa SMA/MA dan 1.039.403 siswa SMK. Dari jumlah peserta itu, sebanyak 7.579 siswa SMA/MA dan 2.925 siswa SMK tidak lulus UN.(LUK)