DIBUKA PROGRAM FOKUS UN & PROG. SUPER INTENSIF SBMPTN 2015, JAMINAN LULUS UN & MASUK PTN (UANG KEMBALI 100% JIKA TIDAK MASUK PTN), KINI BIMBEL FLC HADIR DI Jl. RAYA KEMLAGI & Jl. RAYA DAWAR (DEPAN SMAN 1 DAWAR)

3 Prinsip Utama Memasarkan Bisnis ke Social Media

Salah satu pilihan media promosi yang terbaik saat ini adalah social media. Sebut saja Facebook, Twitter . . .

5 Trik membangkitkan kepercayaan diri

Terkadang kita tidak memiliki keyakinan kepada diri sendiri sehingga membuat kita melewatkan berbagai kesempatan . . .

Menjadi berbeda

Menjadi berbeda untuk kebanyakan orang adalah hal yang sangat sulit. Berbeda itu seperti . . .

7 Cara Sederhana Memotivasi Diri Sendiri

Seringkali kita dihadapkan pada rasa tidak percaya diri yang membuat kita . . .

Pembelajaran yang Menyenangkan..???

Menciptakan awal yang berkesan adalah penting karena . . .

Sabtu, 02 Februari 2013

5 LANGKAH PERSIAPAN MENGHADAPI UJIAN NASIONAL


Ujian nasional adalah sebuah langkah yang harus ditempuh oleh semua siswa SMA, ketika sudah memasuki kelas 3 SMA maka bayang-bayang ujian nasional terus membayangi, karena semua pihak selalu mengingatkan tentang waktu ujian nasional yang terus mendekat dan semakin susah soal-soalnya.
Buat teman-teman yang akan mengikuti ujian nasional, berikut ada 5 tips untuk mempersiapkan diri secara fisik dan mental agar bisa mengahadapi ujian nasional dengan rileks dan tanpa beban.
1. Berani Membayangkan Lulus, coba deh kalian berani membayangkan proses kelulusan, bayangkan rasa bahagianya..bersama teman-teman kalian merayakan kelulusan dan menikmati kepuasan saat lulus. Juga munculkan sosok orang tua kalian yang merasa bangga karena anaknya berhasil melewati sebuah tahapan ujian dalam kehidupannya. Perjelas gambaran itu perlahan demi perlahan. Biarkan perasaan itu meresap ke dalam pikiran dan jiwa kalian.
2. Belajar secara progresif, proses pembelajaran terhadap materi sebaiknya dilakukan secara bertahap dari level yang paling sedikit dan mudah terus naik sampai ke level yang susah dan banyak. Biarkan materi itu sedikit demi sedikit masuk ke pikiran kalian, dengan proses yang progresif maka materi akan mudah masuk ke pikiran bawah sadar kalian dan melekat sehingga mudah untuk di re-call
3. Melakukan affirmasi lulus, setiap pagi ketika berangkat sekolah biasakan untuk berkata kepada diri anda sendiri sebuah kalimat affirmasi yang mampu menembus batas area kritis pikiran sadar. Kalimat tersebut bisa seperti ini “Mulai pagi ini dan seterusnya, saya mendekati kepada kelulusan saya” sambil bayangkan gambaran kelulusan kalian.
4. Mengikuti Try Out secara reguler, mengikuti try out adalah suatu cara untuk mengetahui tingkat kemampuan kalian terhadapa materi ujian nasional. Karena itu try out harus diikuti secara reguler, misal setiap bulan. Sehingga kalian dapat mengukur sendiri kemampuan penguasaan terhadap materi ujian nasional.
5. Berdoa minta diluluskan, selain itu yang wajib dilakukan adalah berdoa dan mendekat kepada Tuhan agar dimudahkan dalam menghadapi ujian nasional dan minta diluluskan. Ingat..berdoa adalah sebuah proses sugesti karena itu harus mengikuti aturan sugesti yang benar. Yaitu harus jelas apa maksudnya, sambil kalian bayangkan doa itu. Maka perlahan pasti semesta akan mendukung doa itu untuk terwujud.
Demikian 5 tips persiapan untuk menghadapi ujian nasional, sekarang keputusan ada di tangan kalian. Hidup kalian adalah masa depan kalian dan LULUS adalah hak kalian. Karena itu harus kalian perjuangkan semaksimal mungkin, berjalan dengan penuh rileks dan pasti. Maka yakinlah LULUS pasti ada di tangan sehingga semua pihak akan bangga terhadap hasil tersebut. Mulailah detik ini untuk mempersiapkannya…

Ini Dia Jadwal UN 2013


JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akhirnya merilis secara resmi jadwal Ujian Nasional (UN) 2013 melaluilaman resmi Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud. Jadwal UN 2013 ini tercantum dalam Prosedur Operasi Standar UN yang diunggah pada Rabu (30/1/2013) ini.

Kepala Balitbang Kemdikbud, Khairil Anwar Notodiputro, mengatakan bahwa Prosedur Operasi Standar UN atau biasa disebut POS UN ini baru ditandatangani oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) pada Selasa (29/1/2013) lalu. Dalam POS UN ini, tidak hanya jadwal UN saja tapi juga dicantumkan peraturan lain seperti standar kelulusan dan tata tertib.

"POS UN sudah diunggah dan dapat dilihat di website Balitbang dan BSNP. Kemudian hardcopy dansoftcopy juga sudah dikirimkan ke masing-masing Dinas Pendidikan Provinsi," kata Khairil kepada Kompas.com, Rabu (30/1/2013).

Berdasarkan POS UN tersebut, UN untuk tingkat SMA/MA akan diselenggarakan pada tanggal 15-18 April. Sementara untuk tingkat SMK dan SMALB, UN akan digelar pada tanggal 15-17 April. Bagi siswa yang sakit atau berhalangan hadir dapat mengikuti UN susulan yang diselenggarakan pada tanggal 22-25 April.

Untuk tingkat SMP/SMPLB/MTs, UN digelar pada tanggal 22-25 April dengan rincian mata pelajaran bahasa Indonesia, bahasa Inggris, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Sama seperti tingkat SMA, UN susulan dilakukan sepekan setelah UN berlangsung yaitu pada tanggal 29 April-2 Mei.

Sementara untuk tingkat SD/SDLB/MI, UN akan diselenggarakan pada tanggal 6-8 Mei dengan mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA. UN susulan bagi yang sakit atau tidak hadir akan dilaksanakan pada tanggal 13-15 Mei.

Untuk pengumuman kelulusan sendiri, tingkat SMA/SMALB/SMK/MA akan diumumkan pada tanggal 25 Mei. Kemudian tingkat SMP/SMPLB/MTs diumumkan pada tanggal 1 Juni dan tingkat SD/SDLB/MI pengumuman hasil UN 2013 dilakukan pada tanggal 8 Juni.

Jumat, 01 Februari 2013

20 Variasi Soal UN Tak Jamin Kecurangan Lenyap



JAKARTA, KOMPAS.com — Ujian Nasional (UN) 2013 mendatang akan menggunakan 20 variasi soal yang berbeda untuk masing-masing kelas. Namun, cara seperti ini tampaknya tetap mampu diakali oleh pihak-pihak yang ingin berbuat curang demi memperoleh kelulusan penuh di sekolah tersebut.

Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti, mengatakan bahwa UN tersebut sudah mendesain anak untuk memiliki karakter manipulatif. Hal itu juga terjadi pada sekolah-sekolah yang takut siswanya tidak lulus sehingga cara apa pun akan digunakan, termasuk cara curang.

"Ada sekolah yang menjalankan UN dengan jujur, tetapi ada juga yang tidak karena ketakutan kalau anak-anak ini tidak lulus akan berpengaruh pada kualitas sekolah juga," kata Retno, kepadaKompas.com, Senin (31/12/2012).

"Jadi, mau dibuat soal hingga berapa jenis saja, kalau memang sudah niatnya curang, tidak akan ada pengaruhnya," imbuh Retno.

Ia juga mengungkapkan bahwa langkah pemerintah untuk memperbanyak variasi soal dalam satu kelas ini merupakan bentuk pencegahan agar praktik kecurangan UN tersebut tidak meluas. Padahal, sebelumnya pihak kementerian selalu membantah adanya kecurangan dalam pelaksanaan UN.

"Ini kan lucu ya. Mereka membantah tidak ada kecurangan, tetapi soalnya dibuat 20 variasi agar siswa konsentrasi dan tidak tengak-tengok. Ini kan berarti mereka mengakui ada tindak kecurangan," ujar Retno.

"Mau bagaimanapun caranya, UN ini sudah tidak sesuai, apalagi dijadikan alat penentu kelulusan," tandasnya.

Berapa Batas Nilai Kelulusan SMA Tahun 2013?


JAKARTA, KOMPAS.com — Selain sudah menentukan jadwal penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) 2013, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga sudah menetapkan batas nilai minimum kelulusan siswa. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud, Khairil Anwar Notodiputro, mengatakan, untuk siswa SMA/SMK/MA, standar kelulusan pun masih ditetapkan pada nilai yang sama dengan tahun lalu, yaitu 5,5.

"Tidak ada yang berubah. Soalnya saja berubah dan ada 20 variasi soal di tiap kelas, tapi tingkat kesulitannya relatif sama. Batas nilai minimum juga seperti tahun lalu," ujar Khairil kepada Kompas.com, Rabu (26/12/2012).

Pada tahun 2012, nilai minimum 5,5 merupakan nilai akhir rata-rata siswa dari kombinasi nilai UN dan nilai rapor dengan porsi 60:40. Siswa juga tak boleh memperoleh nilai di bawah 4 untuk mata pelajaran yang diujikan dalam UN.

Selain itu, Khairil mengatakan bahwa soal UN 2013 akan lebih variatif sesuai dengan kebijakan Kemendikbud yang akan menggunakan 20 paket soal. Tingkat kesulitan UN tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu meski hasil UN akan dijadikan salah satu syarat masuk perguruan tinggi negeri.

Di lapangan, seperti dilansir Surya, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Harun, sudah menerima jadwal penyelenggaraan UN 2013 serta mekanisme penentuan batas nilai minimum kelulusan siswa, terutama siswa SMA/SMK.

"Sekolah dan siswa tak perlu panik. Sebab, Unas besok tidak akan lari jauh dari mata pelajaran yang selama ini sudah diberikan. Akan ada kisi-kisi menyangkut ujian akhir ini. Mau berapa paket soal, siapkan diri dengan baik," katanya.

Sekolah-sekolah di daerah juga diminta untuk tetap menyediakan dua pengawas, baik dari dinas pendidikan masing-masing maupun perguruan tinggi setempat, di setiap ruang penyelenggaraan UN. Harun mengatakan, setidaknya ada sekitar 1,5 juta siswa SMP/MTs dan SMA/SMK/MA di Jatim yang akan mengikuti UN 2013.


Mendikbud: Ujian Nasional Bisa Berubah


BANGKALAN, KOMPAS.com - Mendikbud Mohammad Nuh menegaskan bahwa ujian nasional (UN) akan bisa berubah bila Kurikulum 2013 sudah benar-benar diterapkan.
"Tahun ini (2013), UN masih tetap, karena perubahan kurikulum masih Juni 2013, sedangkan UN akan dilaksanakan pada April-Mei 2013," katanya dalam Sosialisasi Kurikulum 2013 di Bangkalan, Senin (31/12/2012).
Dalam sosialisasi di hadapan sejumlah ulama se-Madura di Pesantren Al-Hikam, Burneh, Bangkalan, ia mengemukakan "proses" dan "output" dalam Kurikulum 2013 itu sama-sama penting.
"Karena itu, proses dan output harus dikombinasikan, sehingga UN ke depan akan bisa berubah, tapi perubahan itu bukan sekarang, sebab Kurikulum 2013 masih tahap uji publik," katanya.
Menurut dia, perubahan Kurikulum 2013 itu tidak dilandasi kepentingan politik sama sekali, melainkan murni dengan landasan akademik, karena itu pihaknya melakukan uji publik Kurikulum 2013.
"Kalau pertimbangan politik mungkin perubahan itu bisa batal, karena kami menghadapi stigma masyarakat yang seakan-akan membenarkan bahwa ganti menteri itu ganti kurikulum," katanya.
Namun, pihaknya mengambil risiko dengan mempertimbangkan kepentingan riil untuk masa depan generasi muda yang lebih baik yakni pintar tapi benar atau benar tapi pintar.
"Jadi, perubahan kurikulum itu untuk menyikapi perubahan zaman yang kelak akan mengutamakan kompetensi, namun kompetensi itu kami sinergikan dengan nilai-nilai karakter," katanya.
Ia menjelaskan kompetensi masa depan itu mencakup tiga bidang yakni sikap, ketrampilan, dan pengetahuan.
"Perubahan sikap itu ditentukan pendidikan karakter, sedangkan perubahan ketrampilan dan pengetahuan itu ditentukan inovasi. Cara untuk mendidik siswa yang memiliki inovasi adalah mengembangkan kreatifitas," katanya.
Untuk mengembangkan kreatifitas, katanya, bisa dilakukan dengan lima tahapan yakni observasi (pengamatan), bertanya, berpikir (nalar), eksperimen, dan menyampaikan (presentasi tertulis atau lisan).
"Jadi, saya tidak mempertimbangkan jabatan, tapi saya mempertimbangkan masa depan. Saya akan mendorong kompetensi itu agar generasi muda sekarang dapat membeli masa depan dengan ’harga’ sekarang," katanya.
Acara sosialisasi itu dihadiri sejumlah ulama, antara lain KH Ahmad Tijani (Sumenep), KH Drs Mas’ud MAg (Pamekasan), KH Fudloli Ruhan (Sampang), KH Darwis (Sampang), KH Basyir (Sampang), KH Ilyas (Bangkalan), KH Jazuli (Bangkalan), dan KH Busyro Dimyati (Bangkalan).
Dalam kesempatan itu, para ulama se-Madura mendukung rencana perubahan kurikulum itu, karena perubahan itu memasukkan pendidikan karakter. "Para ulama itu memprihatinkan masalah moral, karena itu kurikulum yang memasukkan karakter itu akan didukung," kata pengasuh Pesantren Al-Hikam, Burneh, Bangkalan KH Nuruddin A Rahman.

Mengkaji Pemajuan Ujian Nasional


KOMPAS.com - Seiring pemberlakuan Kurikulum 2013 pada tahun ajaran baru mendatang, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana memajukan ujian nasional di SMA dan SMK.

Ujian nasional (UN) yang biasanya diselenggarakan pada kelas XII akan dimajukan di kelas XI. Argumentasinya, agar siswa SMA lebih berkonsentrasi pada persiapan masuk perguruan tinggi, sedangkan siswa SMK lebih berkonsentrasi menyelesaikan pelajaran praktik yang menjadi ciri khas siswa kejuruan.

Rencana ini menyulut kontroversi: ada yang sependapat dan ada yang menentang. Aneh tetapi nyata, beberapa pejabat pendidikan di daerah berani berpendapat berbeda.

Para ahli dan praktisi pendidikan selama ini mengklasifikasi ujian menjadi dua jenis: ujian masuk atau ujian prediksi (prediction examination) serta ujian keluar atau ujian prestasi (achievement examination).

Uji kandidat

Disebut ujian masuk atau ujian prediksi karena biasa digunakan untuk menguji kandidat yang akan masuk pada program pendidikan tertentu. Soal ujiannya adalah materi yang akan dipelajari dalam program pendidikan tersebut. Ilustrasi konkretnya adalah seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) jalur tertulis yang digunakan untuk menyeleksi para calon mahasiswa.

Soal SNMPTN jalur tertulis adalah materi yang akan dipelajari kandidat pada PTN, bukan materi yang dipelajari siswa di SMA atau SMK.

Jenis kedua disebut ujian keluar atau ujian prestasi, biasa digunakan untuk menguji kandidat yang akan keluar dari program pendidikan tertentu. Soal ujiannya adalah materi yang sudah dipelajari dalam program pendidikan tersebut. Ilustrasi konkretnya ialah UN pada SMA atau SMK yang digunakan untuk meluluskan siswa dari SMA atau SMK.

Soal UN adalah materi yang sudah dipelajari siswa ketika mengikuti pembelajaran di SMA atau SMK, bukan materi yang akan dipelajari siswa di perguruan tinggi nantinya.

Ujian tengah program

Bagaimana dengan UN yang akan diselenggarakan di kelas XI SMA dan SMK? Ujian yang diselenggarakan di kelas XI bukan ujian masuk dan bukan ujian keluar. UN yang akan diselenggarakan di kelas XI adalah ujian di tengah program yang sama sekali tidak ada dalam referensi.

Dalam Teori Evaluasi Pendidikan memang ada yang namanya ujian diagnostik yang digunakan untuk menjajaki sejauh mana penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran yang akan diberikan guru atau dosen. Jenis ujian ini sama sekali tidak untuk menguji kandidat yang ingin keluar atau menyelesaikan program pendidikan tertentu sebagaimana UN di SMA dan SMK.

Kesimpulannya, aneh kalau UN akan diselenggarakan di kelas XI SMA dan SMK.

Menyelenggarakan UN di tengah program bukan tanpa risiko. Salah satunya menyangkut kesungguhan belajar siswa yang berujung pada kualitas pendidikan nasional.

Apabila UN SMA dan SMK diselenggarakan di kelas XI, siswa akan menganggap prestasi belajar di kelas XII tidak menentukan kelulusan dirinya. Dengan kondisi ini, siswa berpotensi tidak bersungguh-sungguh melakukan pembelajaran.

Apalagi mereka tahu konsekuensi tidak lulus UN: keluar dari sekolah dan bergabung dalam barisan drop out. Tanpa lulus UN, tidak mungkin melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

Dengan kesungguhan belajar yang rendah dapat dipastikan prestasi belajar siswa tidak maksimal. Kalau prestasi belajar tidak maksimal, dapat dipastikan kinerja pendidikan nasional juga tidak optimal.

Dengan demikian, rencana menyelenggarakan ujian nasional dari kelas XII menjadi kelas XI di SMA dan SMK layak dikaji ulang.

Ki Supriyoko Wakil Ketua Majelis Luhur Tamansiswa serta Doktor di Bidang Penelitian dan Evaluasi Pendidikan

Yang Tetap dan yang Berubah dalam UN 2013


JAKARTA, KOMPAS.com - Standar kelulusan pada Ujian Nasional (UN) tahun ini tidak berubah dari ketentuan tahun lalu, yaitu nilai rata-rata UN minimal 5,5. Pola penghitungan nilai akhir juga tidak jauh berbeda. Hanya saja hasil UN dan nilai akhir pada tahun ini dijadikan salah satu syarat bagi para peserta didik untuk dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri.


"Siswa dinyatakan lulus UN jika nilai rata-rata dari semua nilai akhir paling rendah 5,5 dan nilai minimal per mata pelajarannya 4,0. Itu yang harus dipenuhi," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud, Khairil Anwar Notodiputro, kepada Kompas.com, Rabu (30/1/2013).

Pengertian nilai akhir sendiri, lanjutnya, merupakan kombinasi dari nilai sekolah dari mata pelajaran yang diujikan secara nasional dengan bobot 40 persen dan nilai UN dengan bobot 60 persen. Sementara nilai sekolah diperoleh dari gabungan 40 persen nilai rapor dan 60 persen nilai Ujian Sekolah.

"Ini berlaku untuk semua jenjang baik SD, SMP dan SMA. Kalau SMK ada nilai kompetensi keahlian kejuruan denga kriteria kelulusan minimal 6,0," jelas Khairil.

Sementara untuk jenjang menengah atas, Khairil mengatakan bahwa meski nilai standar kelulusan untuk UN 2013 tidak mengalami perubahan yang signifikan, bukan berarti peserta didik bisa bersantai dan tidak mempersiapkan diri dengan baik. Pasalnya, hasil UN dan nilai akhir ini menjadi syarat wajib jika ingin mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Nasional (SNMPTN) 2013. Untuk SNMPTN ini, tidak ada nilai standar minimal yang ditentukan, namun peserta didik tersebut harus lulus UN.

"Siapa saja bisa ikut kalau SNMPTN selama dia lulus UN yang jenjang menengah atas atau kejuruan," tandasnya.

Pengamanan Soal Ujian Nasional 2013 Akan Diperketat



MATARAM, KOMPAS.com - Pengamanan naskah soal ujian nasional (UN) pada tahun ajaran 2013 oleh tim pengawasan akan lebih diperketat mulai dari pencetakan, penyimpanan, hingga distribusi ke sekolah-sekolah.
"Kalau sebelumnya naskah soal UN disimpan di Polsek sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah dan kita yang menjaga polisi, sekarang kita yang menentukan tempat penyimpanan dan polisi yang mengamankan," kata Rektor Universitas Mataram (Unram) Prof H Sunarpi PhD di Mataram, Minggu (23/12/2012).
Ia mengatakan, ini merupakan bagian dari proses pengamanan naskah soal UN yang harus dilakukan secara ketat di semua titik rawan guna mencegah terjadinya kebocoran.
Pengamanan naskah soal UN 2013 harus dilakukan sampai ke ruangan tempat berlangsungnya ujian, dan ini merupakan tanggung jawab peguruan tinggi.
Dalam kaitan itu, katanya, rektor akan menandatangani pakta integritas dengan Badan Sandar Nasional Pendidikan (BSNP) yang dilanjutkan dengan pembentukan tim kerja UN tingkat provinsi terkait dengan pengawasan bahan ujian di percetakan.
"Tim bertugas mengamankan soal-soal dalam proses pencetakan. Apa pun yang terjadi dalam proses pencetakan soal UN merupakan tanggung jawab kami yang jumlahnya 20 paket soal untuk setiap ruangan tempat berlangsungnya ujian," ujarnya.
Menurut Sunarpi, pengamanan juga dilakukan pada saat penarikan lembar jawaban ke univeritas dan selama dilakukan proses pemindaian dan mengirim hasilnya, terakhir membuat laporan tentang proses pelaksanaan UN tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat Lalu Syafi’i mengatakan, soal UN SMA/MA SMK pada tahun ajaran 2013 telah ditetapkan sebanyak 20 paket yang masing-masing peserta soalnya tidak sama, sementara pada tahun sebelumnya hanya lima paket.
"Soal ujian di masing-masing ruangan ujian berbeda, atau setiap peserta akan mendapatkan isi teks soal berbeda dengan yang lainnya. Sementara kriteria kelulusan pada UN sama dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni 60 persen hasil UN dan 40 persen ujian sekolah," katanya.
Ia mengatakan yang berbeda adalah jika pada 2012 ujian kesetaraan regulasinya sama, maka pada 2013 baik regulasi maupun prosedur operasional standar (POS) sama dengan UN.
Dia mengatakan, pada 2013 keterlibatan perguruan tinggi pada pelaksanaan UN tersebut lebih luas, mulai dari persiapan, penyiapan pengawas, pengumuman dan pembuatan laporan.
Sumber :